Pengertian Dan Fungsi Hormon Testosteron

Hormon testosteron adalah hormon yang sangat penting untuk pria. Ketika beranjak dewasa, produksi hormon testosterone akan meningkat. Pada saat menginjak usia 30 tahunan, akan terjadi penurunan produksi hormon testosterone karena faktor usia.

Hormon Testosteron

Pada umumnya pria memiliki hormon testosterone yang lebih dari cukup, namun bagi sebagian orang, ada kalanya seseorang mengalami kondisi dimana hormon testosterone yang diproduksi lebih sedikit dibanding pria lain.

Testosterone mempunyai peranan yang sangat penting pada tubuh pria, salah satunya adalah untuk sistem reproduksi. Selain itu, hormon ini sama dengan hormon estrogen pada perempuan yang memiliki dalam pembentukan tulang, hormon ini juga memiliki fungsi yang sama, yaitu pembentukan kepadatan tulang dan kekuatan otot.

Apa saja fungsi hormon testosterone?

1. Pada sistem endokrin

Pada tubuh manusia, sistem endokrin memiliki beberapa kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon. Proses produksi testosteron dimulai dari hipotalamus. Hipotalamus akan mengirimkan sinyal pada kelenjar di bawah otak (kelenjar pituitary) mengenai berapa banyak hormon testosteron yang dibutuhkan tubuh. Dari kelenjar tersebut dikirim ke testis, kemudian testis memproduksi hormon testosteron.

Selain itu Testosteron juga dapat diproduksi di kelenjar adrenal, namun demikian hormon testosteron yang diproduksi pada kelenjar adrenal hanya sebagian kecil saja.

Pada saat pria beranjak remaja, hormon testosteron berfungsi dalam pembentukan suara, jambang, dan tumbuhnya bulu pada beberapa bagian tubuh.

2. Pada sistem reproduksi

Pada saat pembuahan terjadi, hormon testosteron membantu dalam terjadinya pembentukan genital laki-laki pada janin. Proses ini terjadi sekitar tujuh minggu setelah terjadinya pembuahan. Pada saat pria beranjak remaja, maka produksi hormon testosteron akan meningkat. Mulailah terjadi pembentukan dan perubahan pada penis dan testis. Pada fase ini testis akan memproduksi sperma setiap harinya dalam jumlah yang sangat banyak. Saat hormon testosteron yang dihasilkan rendah, kemungkinan pria akan mengalami disfungsi ereksi.

3. Mendorong perubahan fisik dan gairah seksual

Semenjak remaja, pria sudah mengalami dorongan seksual atau hasrat seksual. Peningkatan produksi hormon testosteron juga membuat pria mengalami perubahan fisik pada testis,penis, dan bulu pubis.

Selain itu tubuh dan otot pria akan mulai terbentuk dikarenakan adanya peningkatan hormon testosteron. Pada usia ini pria akan mendapatkan simulasi seksual bahkan sudah melakukan aktifitas seksual. Dua hal ini akan membuat hormon testosteron yang diproduksi semakin meningkat.

Selain perubahan pada fisik, hormon testosteron juga akan mempengaruhi pertumbuhan bulu halus di beberapa bagian tubuh pria. Bulu-bulu halus akan mulai tumbuh pada tangan, kaki, ketiak dan tidak jarang tumbuh pada dada pria.

Hormon testosteron juga dapat membantu terbentuknya tulang dan otot pria. Jika pada wanita kekurangan estrogen dapat mengakibatkan terjadinya osteoporosis, maka kekurangan testosteron pada pria dapat mengebabkan kepadatan tulang yang tidak sempurna. Testosteron juga dapat membantu untuk membakar lemak pada metabolisme tubuh. Kekurangan hormon testosteron dapat membuat lemak dalam tubuh bertambah.

4. Membentuk kebiasaan tertentu

Sifat dasar pria adalah menyukai kompetisi. Ternyata kebiasaan menyukai kompetisi dipengaruhi oleh hormon testosteron. Hormon ini mempengaruhi beberapa kebiasaan tertentu pada pria yang berkaitan dengan dominasi dan agresi. Kebanyakan pria percaya bahwa dengan memenangkan sebuah kompetisi dapat membuat mereka lebih percaya diri.

Di saat pria kalah dan kurang termotivasi, biasanya testosteron yang diproduksi akan lebih rendah. Rendahnya produksi hormon testosteron juga dapat mempengaruhi kurangnya energi pada pria sehingga merembet kepada gangguan seksual dan gangguan tidur.

Lalu bagaimana dengan kadar hormon testosteron yang rendah?

Produksi hormon testosteron yang rendah dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Testosteron yang rendah dapat mengakibatkan perubahan pada suasana hati pria. Peran hormon testosteron memang sangat besar pada kehidupan seorang pria. Tidak hanya pada sistem reproduksi saja, ketika hormon testosteron tidak digunakan untuk aktifitas seksual pada waktu yang cukup lama, maka dapat membuat penurunan produksi hormon testosteron.

Bagaimana cara meningkatkan hormon testosteron?

Pada saat kita mengalami masalah dengan produksi testosteron, untuk meningkatkannya dapat dilakukan terapi hormon. Selain itu Anda juga dapat mencoba cara alami, seperti:

  • Cukup tidur. Menurut seorang dosen di George Washington University Medical Center di Washington D.C, kurang tidur dapat menyebabkan laki-laki mengalami penurunan produksi testosteron yang disebabkan oleh munculnya hormon lain yang mempengaruhi produksi testosteron.
  • Menurunkan berat badan. Produksi testosteron biasanya akan menurun jika kita mengalami obesitas atau berat badan berlebihan.
  • Olah raga. Ketika tubuh tidak dipakai untuk beraktivitas, maka tubuh akan mengirim sinyal merasa tidak perlu adanya tambahan hormon testosteron. Ketika Anda aktif dan berolahraga, maka otak pun akan mengirim sinyal untuk produksi hormon yang lebih.
  • Hindari stres. Mengelola stres akan membantu meningkatkan produksi testosteron. Stres membuat tubuh memproduksi hormon kortisol, yang mempengaruhi tingkat testosteron yang diproduksi.
  • Cek obat dan suplemen yang sedang Anda gunakan. Jika Anda sedang dalam masa pengobatan, ada baiknya Anda perhatikan obat dan suplemen yang digunakan. Ada beberapa obat yang dapat mengurangi produksi testosteron, misalnya obat opioid seperti fentanyl, MS Contin, dan OxyContin, obat Glucocorticoid, anabolic steroid. Beberapa merk obat seperti Hendel Forex, Vimax Canada dan Hammer of Thor dapat anda jadikan sebagai pilihan karena lebih praktis dan efisien.
  • Makan-makanan tertentu. Memakan makanan tertentu juga dapat meningkatkan produksi testosteron. Makanan tersebut adalah makanan yang kaya akan vitamin D, tuna, susu rendah lemak dengan kandungan vitamin D, kuning telur, tiram, kerang-kerangan, daging sapi, dan kacang.

Untuk anda yang bingung mencari obat pembesar penis permanen, kami berikan sebuah ulasan 3 obat pembesar penis permanen dengan harga yang terjangkau.